Ice cream magnum, siapa yang tidak ngeces ketika saya menyebut merk salah satu ice cream paling ngehits beberapa tahun belakangan ini. Dengan segala bentuk promosi yang cetar membahenol tapi nampak elegan membuat varian merk dari walls ini seperti bangkit dari kubur. Kalau dulu magnum hanya jadi varian ice cream coklat dengan coating coklat, sejak tiga tahun yang lalu mampu menggebrak pangsa pasar ice cream yang pada waktu itu lebih dikuasai oleh ice cream scoop dari luar negeri. Walls yang tidak ingin mati pelan2 kehilangan penikmat setianya yang mungkin akan berpaling ke ice cream scoop yang menurut saya mahal itu akhirnya menggebrak dengan magnum yang divariasi dengan coating coklat belgia.

Tak butuh waktu lama bagi walls untuk meraih kejayaan dengan sesuatu yang sangat baru bagi industri ice cream kemasan di Indonesia ini. Banyak orang yang pada waktu itu penasaran dengan bagaimana sih rasanya coklat belgia berpadu dengan ice cream kualitas walls. And voila!!! Saya masih ingat betul waktu new magnum boom di pasaran sempat beberapa kali minimarket kehabisan stok. Luar biasanya gabungan antara promosi dan kemasan yang membuat magnum kini menjadi ice cream kemasan temahal untuk ukuran yang sama.

Varian ice cream magnum pun ada banyak macamnya. Mulai dari magnum classic, magnum almond (favorit saya), magnum gold, magnum double caramel, magnum white, dan yang terbaru adalah magnum infinity yang menggunakan coating coklat tanzania. Berbeda dengan varian yang lain, magnum edisi terbaru ini tidak menggunakan coklat belgia tapi menggunakan coklat tanzania yang terkenal tidak terlalu manis, tidak membuat eneg, dan terasa pahit di akhir.

Magnum infinity menjadi salah satu yang sedang gencar dipasarkan oleh walls sebagai produsen dari varian magnum. Meskipun sebelumnya mereka berhasil membuat varian magnum mini yang berisi semua varian magnum dalam ukuran mini. Setelah menurut saya, mereka melakukan blunder di magnum gold yang tidak se enak varian magnum yang lain tapi iklannya begitu mahal untuk ukuran ice cream.

Mari kita mulai bahas tentang magnum infinity dari kacamata Gak Cuma Makan!! Dari segi kemasan ga beda dengan magnum yang lain. Elegan di luar, glamour di dalam. Desain di luar begitu elegan dengan campuran antara hitam dan ungu dan kemasan dalam selalu terdapat warna emas sebagai kesan glamour dan membuat pembeli merasa begitu berharga telah beli magnum ini walaupun harganya mahal. Serunya magnum infinity terletak pada ketebalan coating coklat tanzanianya yang mengingatkan saya pada era magnum pertama booming. Tebal dan nikmat. Terakhir kali saya beli magnum almond, ketebalannya udah berkurang dibanding saya biasa beli. Yah mungkin lagi apesnya saya kali ya..😀 Kita bicara tentang coatingnya. Jujur saya tadi ga ada niat apa-apa buat ngecek kebenaran coklat tanzania di magnum infinity. Karena juga lagi diburu waktu untuk ngerjain tugas dan butuh camilan sebagai teman ngerjain tugas. Tapi apa yang saya dan anda boleh cek bahwa coklat tanzania sebagai coating dari ice cream magnum infinity itu hanya ada di iklan di televisinya saja! Coba cek di kemasan, ga ada tulisan coklat tanzania di situ. Tapi setelah saya kroscek lagi, citarasa coklat tanzania memang kering,tidak eneg, tidak terlalu manis dan itu saya temukan di magnum infinity. Semoga saja benar bahwa coatingnya memang menggunakan coklat tanzania. Apalagi dari bau ketika kita membuka itu seperti kopi. Langsung merebak bau pahit.

Ice cream magnum infinity ini memiliki dua perbedaan sekaligus dibanding varian magnum yang lain. Pertama tentu saja dari coating coklat tanzania. Kedua ada caramel.di tengah ice cream yang menciptakan sensasi rasa yang menurut saya juara! Beda banget dengan magnum yang lain. Tapi tetap tidak ada yang bisa mengalahkan klopnya coklat belgia magnum dan almond.😀 Tapi kalau boleh memberi peringkat, magnum infinity ini ada di peringkat kedua terbaik dari semua varian magnum. Sensasi rasa mulai dari coating, ice cream coklat,dan karamel bagus banget. Ada manis,sedikit gurih dari karamel,dan diakhiri dengan pahit nikmat di akhir. Harus banget dicobain buat yang mau tahu!

Penilaian dari saya tentang magnum ini udah bagus, hanya kekurangan terdapat di coating coklat tanzania yang masih agak sangsi kebenarannya. Karena hanya disebut di iklan doang. Sementara di kemasan ga tercantum.

 

Point : 8,5/10

Mie ayam adalah salah satu makanan yang jamak ditemukan di Indonesia. Kuliner satu ini bisa dibilang sebagai salah satu akulturasi kuliner. Ya, akulturasi kuliner china dengan indonesia. Sudah sejak lama orang mengenal mie adalah kuliner khas negara china. Dan biar bisa diterima lidah orang indonesia, dibuatlah olahan mie dengan bumbu dan rasa yang cocok dengan lidah orang indonesia. Akulturasi olahan mie pun semakin lama memiliki varian yang banyak di beberapa wilayah di indonesia. Ada mie bangka, ada mie ayam, ada pangsit mie jakarta, ada pangsit mie ujung pandang, ada mie kocok bandung, dan masih banyak lagi jenis mie di indonesia. Dari kesemuanya, ada perbedaan mulai dari bumbu, topping, dan pendamping mie nya. Ada yang pakai ikan, ada ayam, ada yang pakai babat. Topingnya ada yang pakai kulit pangsit hingga keripik mlinjo. Indahnya indonesia. J

Di surabaya sendiri lebih sering ditemukan dua jenis mie. Mie ayam dan pangsit mie jakarta. Perbedaan kedua kuliner ini pun unik. Ga Cuma masalah rasa, tapi lebih dari itu perbedaan kedua makanan ini menyangkut masalah segmentasi pasar! Bagaimana bisa?? Karena cara mengolah, topping yang menyertai, dan tempat menjual. Untuk yang terakhir sebenarnya lebih seperti mengikuti. Cara mengolah mie ayam cenderung biasa dan lebih ekonomis. Dan bisa dibilang, tidak mengenal istilah minyak unggas. Yang ada sedikit minyak unggas dicampur bumbu penyedap. Berbeda dengan pangsit mie jakarta masih mengenal yang namanya minyak unggas dan bumbu rahasia untuk minyaknya. Karena membuat minyak unggas dan mencari bumbu rahasia sebagai kelebihan itu mahal harganya, membuat pangsit mie jakarta memiliki harga yang dua kali lipat dari mie ayam.

Minyak unggas sebenarnya sudah pernah saya bahas di pangsit tenda biru. Tapi di tempat yang baru saya kunjungi untuk sarapan tadi pagi, saya menemukan sesuatu yang baru. Minyak dengan penyedap rasa. Dan ini saya temukan di pangsit mie jakarta Asem Jaya. Di tempat spesialis pangsit mie jakarta ini baru ini saya menemukan minyak dengan penyedap rasa mixing dengan pangsit mie, dan minyak unggas. Ya, saya awalnya ga menyadari keberadaan minyak khusus ini. Tapi setelah mencicipi dua sendok, saya melihat lagi ke pangsit mie pesanan saya kok lebih pekat?? Barulah saya rasakan ada sesuatu yang berbeda. Lebih mencekat tenggorokan, dan lebih berminyak dari minyak unggas yang sering saya temukan. Jelas ini bukan minyak unggas. Saya yakin betul. Setelah saya rasakan terus, saya menyimpulkan ini adalah minyak biasa ditambah penyedap rasa. Yah.. Lidah saya sebagai penikmat berbagai macam pangsit mie tidak bisa dibohongi bahkan oleh sebuah penyedap rasa dan (semoga tidak salah) minyak bekas menggoreng ayam untuk topping pangsit.  Sial bukan?? Walaupun harganya masih standart pangsit mie jakarta, yaitu Rp 9.000, tapi cukup tidak menyenangkan hati mengetahui fakta tersebut.

Buat sebagian orang yang tidak menyadari akan hal ini, mereka berpikir enak banget makan pangsit disini. Minyaknya (bumbu) banyak,jadi lebih gurih. Padahal, kebanyakan minyak apalagi minyak bekas menggoreng jelas tidak bagus buat kesehatan. Apalagi rasanya juga tidak terlalu istimewa menurut saya pribadi. Masih layaknya pangsit mie jakarta. Tapi untuk kesehatan jelas ga lebih bagus dari pangsit mie jakarta pada umumnya.

Itu dari segi minyak sudah ada variasi baru yang membuat saya kaget. Bagaimana dengan kuah?? Nah di kuah ini saya menemukan minyak unggas yang sesungguhnya. Itulah sebabnya diawal saya menyebut ada dua jenis minyak. Yang pertama minyak dengan penyedap rasa, yang kedua minyak unggas. Karena memang di kuahnya ada minyak unggas. Di kuah ini ada sesuatu yang membuat saya kaget juga. Baru ini, ada batang daun bawang nyasar di kuah pangsit mie. Sesuatu banget. Saya kaget awalnya, tapi ternyata enak juga. Saya sendiri jarang menemukan daun bawang masuk ke kuah pangsit mie. Ini yang menjadi nilai plus dari kuahnya. Lebih enak, dengan tambahan minyak unggas cocok untuk dicoba dirumah.

Tempat pangsit mie jakarta asem jaya ini sebenarnya sudah saya kenal dulu sejak zaman masih SMA. Dulu masih berbentuk warung, tapi kini sudah berpindah ke bentuk rumah. Pelayanan cukup bagus. Walaupun ga bisa dibilang cepat, tapi ga bisa dibilang lama juga. Tempatnya di jalan asem jaya, depan lapangan bola. Dengan harga Rp 9.000, saya mengkategorikan pangsit mie jakarta asem jaya : biasa.

Salam

Gak Cuma Makan

Restoran adalah satu dari banyak jenis tempat makan yang sering dikunjungi oleh orang yang lapar. Berbagai jenis restoran jelas sudah ada dari jaman pertama Indonesia merdeka hingga kini. Ada yang masih bertahan ada yang sudah bangkrut. Tapi kita tidak akan membahas tentang resto-resto tersebut. Saya lebih tertarik membahas resto dengan masakan khas rumahan yang mulai marak sejak tahun 2005. Ya, resto yang umumnya sebelum ada gebrakan baru bermuka lama ini lebih dianggap sebagai tempat makan dengan masakan dan citarasa yang jarang dimasak di rumah. Tapi sejak kemunculan salah satu resto -sebut saja dapur desa- kemunculan restoran dengan menu rumahan ini mulai menjamur di kota Surabaya.

Perbedaan dari tiap resto rumahan pun cukup terlihat. Mulai dari perbedaan interior, suasana, hingga merk dan tempat. Ada yang berdiri sendiri ada juga yang masuk hingga mall. Meskipun dengan citarasa yang ga worth it menurut saya pribadi.

Kecenderungan resto rumahan ini seperti ingin membuat pengunjungnya feels like in village -maaf kalo salah bahasa inggrisnya😀 – . Ya, resto rumahan sejauh yang saya temukan tidak pernah lepas dari ornamen khas pedesaan. Mulai dari caping yang digantung sebagai pajangan, lukisan sawah dan pegunungan, gazebo sebagai penerima tamu di pintu masuk, pelayan yang berdandan ala jawa yang lebih cocok disebut berdandan ala pelayan pernikahan jawa, dan satu yang tidak pernah tertinggal yaitu lagu jawa, dan ada juga yang isinya hanya permainan instrumen jawa saja.

Mau tau tentang keistimewaan rasa dari resto rumahan itu?? Jangan minta lebih lah. Membuat ornamen seperti desa udah terlalu mahal, mau minta rasa yang istimewa. Ya, rasanya hanya bisa dinikmati karena ornamen. Maksudnya? Sama seperti ketika menikmati kafe kelas ecek-ecek yang bermain dengan ornamen yang bagus tapi rasa dari minumannya jauh dari harga. Jadi datang seperti hanya untuk menikmati rasa seperti pulang ke kampung halaman. Itu saja.

Cukup membahas tentang resto rumahan dan tetek bengeknya. Sekarang saya akan bahas salah satu resto makanan rumahan yang cukup terkenal dengan pecelnya : Pecel Bu Kus. Resto satu ini pada awalnya hanya khusus berjualan nasi pecel dengan berbagai macam lauk. Namun lambat laun karena semakin banyak resto makanan rumahan akhirnya dibuatlah masakan selain pecel seperti sop buntut, nasi campur, garang asem patin, dll.

Pecel Bu Kus ini dari awal saya tahu sudah dengan trade mark nya sendiri sebagai resto pecel kelas premium yang menyajikan kearifan lokal sebagai daya tarik marketingnya. Antara lain dengan menggunakan lagu-lagu jawa, dan rasa yang lebih desa dibandig pecel umum yang mengikuti selera pasar, interior dibikin nyaman tanpa terlalu banyak ulah seperti resto makanan rumahan. Sedikit mengagetkan ketika pertama menjajal pasar Surabaya, karena waktu itu harga seporsi pecel tanpa lauk Rp 7.000. Saya tahu itu pada kisaran tahun 2002 akhir. Dan sekarang harga seporsi nasi pecel sudah Rp9.000 per porsi. Tapi kenyataan kalau Pecel Bu Kus masih ramai membuktikan bahwa memang inilah kekuatan bumbu rahasia. Bukan hanya modal interior bagus, lalu pelanggan digorok lehernya dengan harga yang parah tanpa ada kesan spesial dari masakan yang disajikan.

Perbedaan Pecel Bu Kus dengan resto masakan rumahan yang lain tentu banyak. Mulai dari bumbu rahasia, harga yang cukup wajar, dan kesan yang tertinggal memang bagus. Bumbu pecel yang kental, manis, dengan rempeyek yang renyah dan jumbo serta enak, lauk dengan rasa yang cukup enak, serta variasi menu lain yang cukup enak membuat orang ingin kembali meskipun frenchise resto masakan rumahan sudah mulai menjamur di Surabaya akhir-akhir ini. Sekali lagi ini adalah kekuatan lidah. Bukan kekuatan mata. Karena orang lapar perut lidah yang akan berpikir, bukan mata. Mau bukti? Orang yang lagi lapar berat akan memilih warung di dekat kantornya kalau rasa yang disajikan lebih enak dibanding resto masakan rumahan yang jaraknya beberapa ratus meter dari kantornya.

Gak Cuma Makan ga bahas bumbu rahasia bagai kritik tanpa saran. Bumbu rahasia dari Pecel Bu Kus ini terletak pada pemilihan gula merah yang memang tidak terlalu manis dibanding gula jawa pada umumnya. Dan mungkin tidak ada tambahan gula dan garam untuk menambah rasa. Ini yang harus dicatat oleh mereka yang ingin menyajiakn bumbu pecel. Jangan sekali-kali menambah gula dan garam cukup banyak. Karena akan merusak rasa nikmat dari gula jawanya. Lebih baik tambah cabe. Harus cabe, jangan merica. Dan tambahan lagi, Pecel Bu Kus ini sejauh yang saya rasakan ga memakai daun jeruk sebagai perasa tamabahan. Beda dengan yang lain. Boleh dicoba sebagai variasi. Untuk bumbu pecel umum silakan gunakan search engine di GCM, karena saya sudah memabahasnya di salah satu tulisan tentang bumbu pecel yang umum.

Kekurangan dari Pecel Bu Kus ini terlalu ingin seperti fast food. Jadi apa-apa sudah disiapkan sebelumnya. Jadi lauk dan tambahan untuk pecel seperti sambal goreng tempe terasa kurang enak dinikmati kalau mau serius dinikmati. Seharusnya digoreng setengah matang, ketika ada pesanan tinggal digoreng lagi sebentar. Jadi lebih fresh dari wajan. Semoga jadi saran yang membangun untuk Pecel Bu Kus. But overall : recommended!!!

point

7,5/10

Salam

Gak Cuma Makan

Kowawa..😀

Maaf yang kemarin malam udah nungguin tulisan buat edisi minggu ini baru bisa diposting sekarang karena emang kemarin pulang terlalu malam, dan seharian ada kesibukan. Jadi baru bisa buat dan posting sekarang. Tulisan kali ini, judulnya agak aneh ya? Tapi emang begitulah kenyataanya. Silakan dibaca, dipahami, dan sikap ada di pilihan anda soal waroeng steak ini.

Steak. Dewasa ini makanan ini semakin dikenal di kota-kota besar di indonesia. Makanan yang memang bukan makanan asli Indonesia ini, dulu lebih dikenal sebagai makanan kelas premium. Hanya orang dengan kantong tebal yang bisa menikmati sajian berbahan daging. Entah itu daging ayam, sapi, kambing, hingga daging cumi. Sedikit konyol mendengar steak cumi?  Coba di waroeng steak ini. Tapi maaf saya belum mencoba, lebih karena ga ada feel dan saya lebih suka menilai sebuah tempat makan –steak tentunya- dari cara mereka memasak steak pertama dan mungkin yang selalu menjadi signature dish dari sebuah tempat makan steak. Apa itu? Beef steak.

Semakin membuminya steak jelas tidak bisa dilepaskan dari frenchise ataupun tempat makan tunggal yang menjual steak dengan harga lebih membumi. Atau kalau saya boleh katakan steak kelas ekonomi. Steak kelas ekonomi sejauh yang saya tahu mulai booming pada tahun 2006 dengan dipelopori oleh frenchise steak : kampoeng steak. Dari situlah bermunculan orang yang mulai tertarik untuk membuka tempat makan steak kelas ekonomi. Dan latah pun sepertinya masih bertahan hingga sekarang.

Membandingkan steak ekonomi ini dengan steak kelas premium yang lebih dulu lahir di muka bumi, jauh sekali perbandingannya. Saya sempat memperkirakan usia dari steak ekonomi ini hanya seumur jagung. Yah pada kisaran 2-3 tahun saja. Tapi ternyata saya salah. Setelah saya analisa, kebutuhan akan hidup seperti orang kaya –atau kebarat-baratan- dengan budget minim masih laku di pasaran. Yang tentunya pembelinya pun anda sudah bisa menjawabnya. Padahal kalau saya pribadi membandingkan antara steak ekonomi dengan steak di beberapa resto yang cukup terkenal jauh banget rasanya tapi dekat harganya. Ga percaya? Silakan bandingkan steak di kampoeng steak dengan chicken cordon bleu solaria. Atau steak lain di solaria. Harga dekat bukan? Rasa? Jauhhhhhh..

Kenikmatan steak kelas ekonomi ini entah kenapa menurut saya hanya bisa dirasakan oleh mereka yang memang hanya ingin beromantis-romantis ria ala sinetron, mereka yang ingin mencoba makan dengan garpu dan pisau meskipun acak-acakan kalau mau mengikuti aturan table manner, mereka yang ingin makan tanpa nasi tapi pake daging dan sayur-sayuran, dan mereka yang ingin seperti orang luar. Kalau mau jujur, mereka disajikan steak yang jadi perbandingan untuk steak kelas ekonomi diatas tadi lalu disajikan steak kelas ekonomi, mereka bakal berpikir dua kali mengatakan kalau steak premium itu enak. Boleh dicoba, hasil kabari saya lewat papan komentar.

Cukup ya membicarakan tentang steak kelas ekonomi. Kali ini saya mau bahas tentang salah satu tempat makan steak kelas ekonomi di Surabaya. Namanya adalah waroeng steak. Tempat ini berada di jalan kayoon, dekat dengan tugu bambu runcing dan PMI surabaya buat yang masih penasaran pengen mencoba setelah membaca review ini. Dari luar penampilannya keren. Boleh banget untuk menarik orang dari kelas kebawah hingga menengah dan orang keatas yang lagi bingung cari makan. Meskipun dari nama sangat tidak sesuai dengan ilmu marketing kalau dilihat pertama kali. Tapi ketika masuk, ya jangan salahkan mata anda atau ilmu marketing yang salah. Tapi ilmu marketingnya itu benar. Namanya waroeng steak. Mendengar nama itu sudah tentu untuk yang menengah kebawah. Bukan untuk menengah keatas. Meskipun interiornya bagus. Kreatif murah. Tapi kalau melihat kursinya, yah inilah warung. Bukan resto. Saya malas kalau harus ngomong lebih lanjut masalah kursinya. Karena menurut saya terlampau tidak menghargai. Sedikit saran untuk yang mungkin suatu ketika lewat dan kepincut untuk masuk, coba bayangkan anda makan steak tapi dengan kursi kaki lima. Ya, kursi kotak dari plastik itu.

Saya tadi sudah menulis tentang kenikmatan dari steak kelas ekonomi pada umumnya saya temui. Bagaimana dengan di waroeng steak ini? SAMA. Steak yang seharusnya di grill ini digoreng –untungnya tidak digoreng dengan cara deep fried- dan sudah barang tentu kalau daging digoreng jadinya gimana? Belum lagi steak yang pakai tepung itu tidak matang –maaf saya melihat punya teman saya ditambah dengan pengalaman di tempat lain yang serupa- tidak matang dari segi gorengan utamanya dan tidak matang dagingnya. Gossshhh.. Saus steak??? Jangan minta lah saus steak yang punya citarasa creamy,gurih, kadang ada juga pedasnya dll. Ini memang lebih kental dibanding tempat makan steak yang lain. Tapi rasanya tetap sama. Yang berbeda steak original –menurut penilaian mereka- saja yang dibubuhi jamur sebagai garnish. Jamurnya pun hambar.

GCM selalu membicarakan bumbu rahasia dari setiap tempat makan yang dijadikan bahan postingan. Itu kalau emang ada yang dirahasiakan. Meskipun yang dirahasiakan itu ga enak pun, akan tetap dibongkar. Tapi ini menurut saya ga ada yang dirahasiakan. Sama sekali ga ada. Kalau anda mau membuat saus steak yang sama dengan di waroeng steak, cari aja di google tambahkan irisan daun bawang, bawang putih tambah satu sampai satu setengah siung tambah merica cukup banyak dan sedikit garam. Dijamin rasanya jauh diatas yang di punya waroeng steak.

Point : 3/10

Salam

Gak Cuma Makan

Halooo.. Maaf bangetttt buat yang udah nunggu review dari GCM buat edisi minggu kemarin ga ada sama sekali. Karena memang lagi jauh banget sama internet seminggu kemarin, dan juga terlalu sibuk. Nah buat yang udah nunggu review tempat makan yang ada di Surabaya, tunggu nanti malam ya. Karena saya akan mereview warung steak yang ada di jalan Kayoon. Semoga bisa ke sana nanti, ngeliat Surabaya kok lagi mendung banget gini.

Tulisan kali ini sekedar bayar hutang edisi minggu lalu, tapi yang ini bukan mau mereview tempat makan, hanya mau share resep olahan teh yang enaaaakkkk bangetttt… Recomended buat yang lagi bingung mau ngapain dan lagi cari menu minuman yang gampang dibuatnya. Selamat menikmati…

Teh adalah sebuah minuman yang sudah terkenal dari jaman baheula sampe sekarang. Kamu pasti salah satu penikmat teh bukan? Ga ada orang indonesia yang ga jadi penikmat teh. Salah satu yang terlihat adalah di hampir semua tempat makan di indonesia selalu menyediakan minuman teh. Mulai es teh ataupun teh hangat. Semua berbentuk teh.

Buat kamu yang lagi bingung dan pengen berpetualang dengan taste dari teh, resep ini harus dicoba. Tapi sebelumnya, resep ini ga ada takaran pasti, karena ini adalah salah satu resep rahasia dari sebuah penjual teh di surabaya. Jadi untuk takaran silakan cari sendiri termasuk teknik memasaknya. Gunakan insting dan hasilnya akan sama enaknya. J

Bahan-bahan :

  1. Teh –teh hitam. Jangan gunakan green tea atau oolong atau white tea-
  2. Kayu manis
  3. Vanili
  4. Gula –cairkan hingga menjadi karamel-
  5. Madu
  6. Buah pilihan :
    1. Jeruk nipis
    2. Strawberry
    3. Apel malang –harus apel malang karena apel ini punya taste yang lebih enak dari apel jenis lain-
    4. Tomat
    5. Jeruk –boleh jeruk mandarin atau jeruk squash atau jeruk biasa yang ada di pasar

Cara membuat :

  1. Seduh teh, kalau mau lebih nikmat gunakan 2 bag tea untuk satu gelas 600ml. Sisihkan
  2. Gula yang sudah menjadi karamel tambahkan vanili,kayu manis dan madu dalam rebusan. Aduk hingga tercampur semua.  Sisihkan
  3. Bikin jus buah pilihan. Khusus jeruk nipis atau jeruk squash diperas. Boleh jus kasar untuk mau dapat sensasi lebih nikmat. Kalau ga ada jus bisa dipotong kasar sampe hancur dan masukkan dalam adonan karamel. Aduk hingga semua tercampur merata. Dinginkan.
  4. Siapkan gelas dan tuang es batu, teh, dan campuran karamel tadi.
  5. Selamat menikmati sensasi buah yang segar, dan nikmatnya rasa dari teh.
  6. Kalau mau mixing buah bisa, tapi tidak ada garansi enak. J

Salam

Gak Cuma makan

Pecel dan rawon. Beda bahan, beda nama, beda rasa, namun bagi pecinta kuliner dua makanan ini bak sejoli yang selalu pas untuk disandingkan. Bagi penjual makanan, dua kuliner beda asal ini pun secara tidak langsung selalu disandingkan. Dimana ada pecel disitu ada rawon. Seperti halnya sate kambing dan gule kambing. Selalu berjalan berdampingan. Begitu pun dengan warung makan pecel dan rawon pacuan kuda ini. Dua makanan ini kembali bersanding.

Di warung pecel dan rawon pakuan kuda ini, memiliki sedikit keunikan. Pecel rasa umum warung makan dan rawon rasa masakan rumah. Bukan rahasia lagi kalau mau buka warung makan atau resto dan segala macamnya harus mampu meracik masakan dengan rasa yang berbeda dengan yang biasa dimasak di rumah. Terlebih lagi, itu yang membuat orang yang ingin mencicipi masakan di sana pun pada akhirnya berekspektasi mereka tidak harus menikmati sajian yang sama dengan dimasak istri atau ibu mereka di rumah. Di sinilah letak keunikan atau keberanian dari si empunya warung, dengan menyajikan rawon khas rumahan tapi pada kenyataanya justru itu yang menjadi istimewa bagi penikmatnya.

Mencari kuliner malam bahkan kalo bisa dibilang kuliner kalong karena bukanya mulai jam 10 malam, memang gampang-gampang susah. Sekalinya gampang didapat kalo gak fast food,ya harganya bikin melotot. Di sini harga untuk seporsi pecel/rawon relatif murah bahkan terhitung murah untuk kelas kuliner kalong.  Pecel di sini dihargai Rp 6.000 per porsi. Sementara rawon dihargai Rp 8.000 per porsi. Minumnya hanya ada teh hangat dan es teh dengan harga Rp 2.000. So ini menjadi jujukan kuliner buat yang lagi lapar di jam larut malam. Plus satu menu andalan dan yang paling istimewa di tempat ini adalah pecel rawon dihargai Rp 10.000 per porsi. Apa itu pecel rawon? Pecel rawon adalah nasi pecel dengan lauk tahu,telor, dan daging rawon. Boleh minta disiram sedikit kuah rawon membuat menu ini jadi lebih istimewa lagi. Murah dan nikmat!!!

Tempat dari warung ini terletak di jalan pacuan kuda. Tepatnya depan jl Simo Sidomulyo gang 7. Buka mulai jam 10 malam-2 pagi membuat yang kelaparan tengah malam bisa langsung mampir dan bisa menikmati makanan berat dengan harga ringan satu ini.

Ada yang sudah penasaran dengan bumbu rahasia dari pecel dan rawon di sini? Yukkk dibuka.. Bumbu pecel sudah pernah saya bahas di pecel tidar, silakan search di pojok kanan atas ya. Tapi perbedaan dari pecel di sini adalah : gula jawa dan cabe yang bejibun bikin pedas yang menggairahkan dan di ujung ada manis sedikit asam yang enak. Untuk rawon resepnya : daging sapi, air,daun salam, serai,lengkuas,daun jeruk,bawang merah,bawang putih,cabe,kemiri,ketumbar,keluwak tua,jahe, kunyit,terasi,garam,daun bawang,tauge. Sedikit yang menjadi keistimewaan, keluwak dan cabe yang banyak membuat sedap luar biasa. Lemak yang biasanya menjadi bahan pengental dari kuah berbahan kaldu pun dibuang hasil rebusan pertamanya. Sehingga didapat kuah kaldu yang tidak terlalu tajam, namun tetap terasa tinggi kaldu sapinya.

Buat yang tidak tahu apa maksud dari rebusan pertamanya, begini caranya. Untuk mendapatkan kuah dari daging hewan yang lemaknya banyak seperti kambing, sapi, dkk kita biasa menggunakan cara merebus hingga lemaknya keluar. Setelah itu daging diangkat, kuahnya ditambah bumbu. Coba buang rebusan itu. Dan rebus lagi daging tadi, hingga mendapat kaldu lagi. Nah baru tambah bumbu untuk kuah. Itu yang dinamakan kuah kedua. Apa keunggulannya? Minim kolesterol jahat, rasa kaldu tetap sama. Silakan di coba.

Ada kelebihan ada kekurangan. Kekurangan dari warung pecel dan rawon pacuan kuda ini terletak di jalanan yang tidak terlalu strategis. Jam buka yang cukup malam, meskipun memang di awal tujuan dari warung yang sudah buka lebih dari 15 tahun ini bukan untuk menjadi terkenal tapi hanya sebagai warung makan biasa tapi coba buka lebih sore pasti akan mendapat pelanggan lebih banyak lagi. Kekurangan lain adalah variasi lauk yang minim. Dari jaman saya pertama kenal warung ini yang kebetulan memang dekat dengan rumah saya, lauknya tetap hanya tahu satu iris dan telur rebus bulat. Belum cukup itu, kekurangan lain terletak pada samping warung ini yang berdempetan dengan got besar. Baunya bisa mengganggu orang yang sedang menikmati makanan di tempat ini kalau habis hujan. Jadi buat yang mau mencicipi kuliner ini, lebih baik bungkus dan dimakan di rumah.

Point :

8,5/10

Salam

Gak Cuma Makan

Bakwan. Orang indonesia mana yang tidak mengenal penganan satu ini. Mulai dari sebut namanya saja orang sudah membayangkan sebuah makanan berkuah, dengan isi bakso, tahu, gorengan, dan pangsit basah tanpa mie. Ya bakwan memang dikenal karena tidak menyediakan mie. Entah darimana awal sejarahnya, tapi dari yang saya tahu ini yang membedakan bakwan dengan bakso. Perbedaan lain dari bakso dan bakwan adalah kuah bakwan yang lebih kering dan tidak terlalu berlemak seperti halnya bakso.

Bakwan pabean adalah satu diantara beberapa jenis kuliner berupa bakwan. Sejauh yang saya kenal, bakwan yang terbagi dua saja : bakwan malang dan bakwan pabean. Pabean sendiri sebenarnya adalah sebuah nama daerah di Gresik. Cukup sulit mencari tahu sejarah bakwan pabean ini. Namun ciri khas dari bakwan pabean adalah isian yang banyak hingga orang sering menyebut isiannya dengan bakso tahu, bakso pangsit dll karena memang isinya yang banyak hingga meluap keluar dari ukuran penyangganya. untuk anda yang belum pernah mencicipi kuliner satu ini, pasti akan kaget dengan ukurannya yang memang terkenal besar-besar.

Bahan isian dari bakwan pabean pun beragam. Ada yang menjual dengan bahan ikan tengiri, ada yang dengan ayam, ada juga yang dengan babi. Dan rata-rata yang saya tahu mereka tidak menjual tiga jenis isian bakwan pabean secara bersamaan. Jadi buat anda yang penasaran apakah isian bakwan pabean yang dibeli ini berbahan ayam, ikan, atau bahkan babi bisa bertanya langsung ke penjualnya.

Salah satu kuliner bakwan pabean yang terkenal di Surabaya adalah bakwan pabean Pak Di. Bakwan pabean ini adalah salah satu langganan berat saya dari jaman saya masih kecil. Bahkan saya tahu bakwan pabean Pak Di ini dibangun sejak 1999. Ya, berarti sekarang sudah 12 tahun berjualan bakwan dengan isian ikan tengiri ini. Dan citarasanya masih tetap sama dari pertama saya kenal dengan bakwan pabean ini. Saya sendiri mengenal bakwan ini mulai dari harganya masih Rp 1250 sampai sekarang Rp 4500. Dan menurut pak Di sendiri, pelanggan setianya memang tidak pernah lupa dan selalu balik lagi ke sini tiap pengen bakwan pabean. Apa sih istimewanya bakwan pabean Pak Di ini?

Sebenarnya tidak ada yang istimewa dari bakwan pabean Pak Di dengan bakwan pabean pada umumnya. Namun yang membedakan adalah racikan yang sederhana dan pas, tidak dilebih-lebihkan dengan harga dan kuantitas dari bakwan pabean yang membuat bakwan ini tetap berdiri di pinggir jalan tidar hingga 12 tahun berjalan. Berbeda dengan bakwan pabean yang lainnya, bakwan pabean disini lebih original dan lebih terasa ikannya. Kalau anda pernah menikmati bakwan pabean di salah satu tempat di jalan kedungdoro, memang dia memiliki campuran bumbu yang maknyuss untuk campuran dengan ikan dalam bakwan pabeannya. Tapi lama-lama juga bosan. Belum lagi ukurannya yang dikurangi. Sementara di bakwan pabean Pak Di ini baik ukuran, rasa, dan keramahan orangnya masih tetap sama. Hanya harga yang naik menyesuaikan harga bahan.

Gak Cuma Makan ga lengkap kalau ga bahas bahan rahasia. Bakwan pabean Pak Di  ini seperti yang sudah saya jelaskan di awal bahannya ga terlalu sulit dan ga terlalu dibikin ribet. Sederhana namun tetap mengena. Bahannya ada : ikan tengiri, tepung, putih telur, daun bawang merica, garam, dan sedikit gula.Untuk kuahnya ini yang saya tangkap cukup unik. Jadi pak Di merebus ikan tengiri dengan tambahan merica, garam, dan daun bawang. Merebus ikan tengiri sendiri memang diperlukan agar mudah hancur untuk dijadikan isian pada tahu atau siomay dan kekian. Nah selama merebus itu ditambahkan garam, merica, dan daun bawang agar meresap dan membuat lebih nikmat. Jadilah bakwan pabean yang siap nikmat dengan kuah kaldu yang ringan namun terasa ikannya.

                Kelebihan dari bakwan pabean Pak Di ini seperti yang sudah saya tulis di judul antara lain kualitas dan kuantitas yang memang mantap dan melebihi harga dari bakwan pabeannya. Kualitas terlihat dari kekenyalan bakwannya. Kekenyalan didapat dari tepung dipadu dengan ikan tengiri yang gurih dan mantap. Dan kuantitasnya jangan diragukan. Banyak dan mengenyangkan. Pas untuk yang ga mau makan berat tapi tahu-tahu bisa kenyang.. hehehehe..

Ada kelebihan, ada kekurangan. Kekurangan dari bakwan Pak Di ini adalah kurang ada variasi. Memang kalau anda lagi beruntung anda akan bisa mendapatkan telor ikan tengiri yang digoreng dengan telur. Itu nikmat luar biasa!! Recomended. Tapi memang limited.. Kadang sehari ada, kadang juga ga ada. Harusnya pak Di harus membuat variasi lagi biar lebih nikmat lagi.

Point : 7,5/10

Salam

Gak Cuma Makan