Orang Surabaya mungkin sudah cukup mengenal depot satu ini. Spesial Belut Surabaya atau yang lebih sering disebut dengan SBS. Cabangnya di Surabaya barat sendiri sudah berjumlah 3. Untuk keseluruhan bisa diperkirakan lebih dari 7 Cabang. Depot ini sama dengan namanya, berkutat di dunia hewan bertubuh licin itu. Tapi tak hanya berkutat dengan belut, di depot ini juga terdapat olahan ikan, ayam, dan ada tempe tahunya juga..

SBS ini kalau disebut sebagai sebuah depot tingkat lokal sepertinya tidak juga. Karena menurut pantauan saya, SBS ini beberapa kali pernah di liput di televisi nasional. Yang tentunya berkolerasi dengan omset mereka yang tidak sedikit. Dan apesnya lagi, berkolerasi juga  terhadap harga. Sekedar tahu, harga seporsi belut sekitar 1-3 ekor digoreng garing dengan bumbu bumbu dasar macam bawang putih, kunyit, garam, lada, dan air sekitar Rp 15.000. Tanpa nasi, tanpa minum. Padahal jika belut yang digoreng tersebut berjumlah 3 ekor, bobotnya pun hanya jadi 100gr dalam keadaan mentah sebelum digoreng. Dan akan menyusut saat digoreng. Itu baru belut dengan sambal saja. Nasi seporsi yang menurut perut orang normal kurang cukup banyak pun ikut2an dihargai selangit. Berapa harganya?? Rp 3.000. Jika ditambah minuman sejuta umat (es teh) total yang harus anda bayar : Rp 21.000. Tidak termasuk PPN dan PPP (pajak pembangunan parkir).

Dengan harga Rp 22.000 per porsi per sekali makan per orang, sementara yang didapat hanya maksimal 3 ekor belut yang bobot totalnya sekitar 100gr, ini sungguh menjadikan SBS bukan menjadi depot rujukan yang bagus di Surabaya. Karena sekedar untuk diketahui, belut per kg saat ini harganya masih di kisaran Rp 8.000 di pasaran. Dan 1 kg belut, maksimal bagi mereka bisa dijadikan 10 porsi!! Belum jika mereka khilaf, yang harusnya 3 ekor jadi dua ekor, pembeli yang menanggung tentunya..😀

Jika anda menanyakan apa yang special dari SBS ini hingga memiliki omset begitu banyak hingga bisa memanggil tv lokal dan nasional untuk meliput mereka, sejauh pengamatan saya = Tidak ada.

Karena sejauh yang pernah saya coba (belut goreng sambal dan belut saos inggris) keduanya pun memiliki cita rasa yang biasa saja!! Khusus untuk belut goreng yang pakai sambal itu, harus diakui mereka mampu meracik sebuah sambal yang rada unik (meskipun ga istimewa) namun itu pun tidak bisa membuat saya ikhlas membayar 21.000 rupiah untuk masakan itu. Bahkan saya pun bisa membuka resep sambal mereka itu. Sambal itu sama dengan sambal pada umumya. Yaitu hanya berkutat di cabe, garam, gula, dan tanpa tomat. Namun kuncinya terletak pada : Bawang putih goreng setengah matang. Bawang putih goreng setengah matang yang mungkin digoreng dengan minyak sisa menggoreng belut ini menjadi kunci yang menurut orang bagus dan menjadi daya tarik tersendiri. Dan menurut saya juga bagus. Tapi harganya membuat saya menarik omongan saya itu. Bawang yang saya perkirakan berjumlah dua dalam satu adonan sambal yang dibuat setiap ada pesanan (bukan di stok seperti penjual pada umumnya) membuat aromanya jadi wangi dan pedas.

Sebuah sambal begitu doang membuat kita harus membayar sekitar 13.400 -Dengan asumsi 3 ekor belut seharga Rp 2400- jelas menjadi sebuah kebodohan massal. Sebuah sambal yang di lidah seorang yang rada pintar dengan teori sangat dasar dari bumbu masak sudah bisa menebak, harus dihargai sebegitu mahal??? Mending makan di Mcdonald atau KFC deh yang bumbu dasarnya saja ahli masak belum bisa membukanya..😀 Toh harganya juga cuma selisih sekitar 8rb saja.. Bahkan, kalau mau hitung-hitungan kuantitasnya, McDonald dan KFC lebih tinggi. Asumsinya : satu ayam di dua tempat tersebut bobotnya 200-250gr. Kalau dengan uang Rp 29.000 mereka sudah memberi kita dua ayam, ditambah dengan bumbu rahasia yang memang istimewa dan layak kita hargai mahal karena belum ada yang bisa membuka rahasia itu, lalu?????? -jawab sendiri-

Ada satu keanehan yang setiap saya lewat depan SBS ini selalu menjadi misteri yang saya sendiri ga ngerti gimana menjawabnya.. Apakah itu?? Dengan harga selangit, pembelinya seperti tidak pernah berhenti berdatangan. Saya sendiri hampir setiap hari melewati dua cabang SBS. Yang satu di jalan Simo Gunung, yang satu di jalan HR muhamad. Dan keduanya selalu ramai pengunjung. Baik yang naik mobil, motor. Semua seakan tersihir oleh olahan sangat biasa dari SBS ini. Tersihirnya hingga lupa, bahwasanya harga untuk seporsi makanan belut yang mereka makan itu paling mahal hanya Rp 15.000

Salam

Ga Cuma Makan