Warung Sumberjo, sejenak dalam pikiran anda pasti tersirat ini adalah sebuah warung biasa dengan sajian khas warung pada umumnya. Macam sayur lodeh, mie instant, sayur bayam, dan minumnya pun kalau yang membayar paling cuma es teh, dan yang gratis cuma air putih. Kali ini anda salah. Warung Sumberjo adalah sebuah depot yang menyajikan olahan penyetan dan beberapa olahan sayur sebagai tambahan.

Nama Warung Sumberjo sendiri sejauh pengamatan saya sebenarnya hanya sebuah nama saja. Atau bisa jadi sebagai bentuk merendah agar terlihat tidak melanggar ekspektasi pengunjungnya. Yah semacam kalau ada sebuah restoran namanya bagus bahkan kebarat-barat an namun ternyata rasanya ya kayak makan di warung pinggir jalan macam (maaf harus sebut salah satu merk) “Dapur Desa”???😀

Depot penyetan yang terletak di jalan barata jaya ini sebenarnya sudah buka 1 tahun lebih. Namun citarasa dari masakan ini sudah banyak yang mengenalnya. Ga cuma dari wilayah Surabaya timur saja, namun juga hingga surabaya utara bahkan juga hingga luar kota. Tak ayal kalau depot satu ini tidak pernah sepi pembeli walaupun buka mulai jam 8 pagi dan tutup hingga tidak ada order pada malam hari. Yang spesial dari penyetan di Warung Sumberjo ini tentunya penyetannya yang terkenal pedas dan gurih plus bisa ambil sesuka hati.. Ya, sambal di sini memang terkenal berbeda dan berani rugi demi memanjakan lidah konsumennya. Jika kita sering menikmati penyetan sambalnya itu sesuka jidat penjualnya, disini sambalnya bisa diambil sesuka anda. Tentunya dengan catatan, jika lidah anda kuat. Karena seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, Warung Sumberjo memiliki sambal ekstra pedas yang dipadu dengan gurihnya terasi khas yang hanya bisa ditemui di Sumberjo ini.

Membicarakan warung makan penyetan, tentunya ga pas kalau tidak membuka tabir isi dari sambalnya. Sambal di Sumberjo sendiri sebenarnya ga berbeda dengan sambal pada umumnya sambal terasi. Hanya terdiri dari cabai rawit, Tomat, Terasi, Merica, Garam. Namun dimana letak perbedaanya? Perbedaanya terlihat di cabai rawit yang jumlahnya puluhan, dan tentunya Terasi.

Terasi baik secara sadar maupun tidak sadar memiliki cita rasa yang membuat sebuah sambal di sebuah tempat makan yang menyajikan penyetan terasi terasa lebih istimewa, lebih enak, dan lebih lebih lebih dari tempat lain. Perbedaan rasa pada terasi tercipta dari banyak hal. Mulai dari pemilihan udang, penjemuran -karena menentukan tingkat keringnya terasi, dan jamur yang ada di dalam terasi yang tidak kering-  hingga bumbu untuk teman udang berbaur dan dinamakan terasi. Semua berhubungan dan saling menentukan rasa.

Kembali ke sambal. Di Sumberjo sendiri menurut tim Gak Cuma Makan mencoba mengaduk-ngaduk dan -bisa jadi- mengeluarkan teori kepedasan yang dipunya untuk disajikan. Karena jika kita hanya merasakan pedas saja, itu sudah biasa. Namun jika rasa pedas berbaur dengan sengitnya di hidung dan tenggorokan?? Inilah yang menarik, karena kepedasannya tidak hanya melalui cabai semata, namun juga dari merica, dan (ketumbar) -pendapat Bond-😀

Sekedar tips dari tim Gak Cuma Makan, jika anda ingin makan di sini gunakan kecap yang telah disediakan. Karena tingkat sengit di hidung dan tenggorokan akan sedikit dinetralisir tanpa menghilangkan rasa gurih nikmat dari terasi, dan pedas dari sambalnya. Dan ini sekedar tips priibadi, hindari teh hangat atau jeruk hangat ditempat ini. Karena akan membuat tenggorokan anda terasa terbakar sesaat. Meskipun minuman hangat memang mampu menghilangkan pedas di mulut lebih cepat dibanding minuman es. Tapi kalau mau ikut saran kita, itulah yang ada.🙂

Selain sambal, penyetan selalu identik dengan lauknya tentu saja. Produksi lauk yang tepat dan perfect dan bisa ditunjang dengan harga yang ramah di kantong, membuat rasa masakan tersebut terasa perfect setelah melewati lidah. Berbicara lauk, seperti yang sudah saya tulis sebelumnya di sumberjo sendiri ada ayam goreng, ada ayam bakar, ada bebek goreng, dan bebek bakar. Yang menarik disini, ada dua jeniis pemilihan yang berbeda dari segi usia untuk kedua jenis unggas yang hanya berbeda karena evolusi ini. Kalau untuk ayam dipilih ayam blasteran (ayam kampung dan ayam negeri) yang disembelih saat usianya masih muda. Sementara untuk bebek diiplilih yang usianya sudah tua.

Penjelasan simpel yang bisa kita tim gak cuma makan bongkar sih lebih karena penjagaan kualitas. Karena ayam memiliki daya resap (jahh kayak keset aja) yang lebih rendah dibanding bebek, makanya dipilih yang usianya lebih muda. Sekilas jika anda tidak mengerti, bisa diperkirakan potongan ayamnya kecil, namun jika anda pelototi bukan potongannya yang kecil, tapi memang ayamnya mati muda. Untuk bebek, karena memiliki daya serap yang tinggi terhadap bumbu ungkepan membuat usia dipilih yang tua dengan sistem cutting yang tepat hingga mampu tersaji bebek goreng atau bebek bakar dengan daging yang banyak dan tulang yang lebih sedikit dibanding yang biasa anda temui di penjual penyetan pada umumnya.

Walaupun untuk olahan ayam sumberjo menggunakan ayam yang muda dan blasteran, namun mereka tetap mengutamakan ungkepan ayam yang mendalam demi menjaga kualitas. Ini terbukti dari rasa gurih yang meresap sampai ke dagingnya. Jika pada umumnya hanya ramai bekas bumbu ungkepan di kulitnya, kalau ini ramai sampai dalam walaupun tidak terlalu terlihat. Kenapa yang dipilih ayam blasteran?? Ini yang masih menjadi misteri, namun yang jelas dengan harga Rp 7.500 per porsi untuk ayam goreng dan Rp 8.000 untuk ayam bakarnya, kiranya harga yang pas untuk ayam di sumberjo ini.

Membicarakan sumberjo, umumnya orang selalu membicarakan dua hal : Sambal yang enak banget, dan bebek bakar yang istimewa. Yap! Bebek bakar umumnya kita temui di restoran keluarga yang biasanya menyajikan menu ikan bakar dll. Dan tentu dengan harga yang anda sudah bisa mengira. Namun di Sumberjo, anda bisa menemukan bebek bakar plus nasi cuma Rp 9.000 dengan rasa yang istimewa. Bebek yang memang dlahirkan memiliki minyak yang nikmat di bawah kulitnya, dibakar dengan bumbu seperti cabe, bawang merah, putih, jahe,kunir,garam, dan kecap manis. Rasanya campur aduk. Ada wangi-wangi jahe, ada pedasnya cabe, dan minyak bebek yang memang nikmat. Semua satu paket mengocak mulut anda. Makanya tidak heran kalau bebek bakar adalah salah satu yang paling favorit di Sumberjo ini. Namun sayang, penjagaan kualtas untuk menu satu ini adalah yang paling kurang. Jika yang lain fresh dari wajan, yang ini (maaf) dibakarnya udah dari beberapa jam yang lalu. Alasan yang ditangkap sih karena memang pembelian yang berjibun, namun buat beli microwave juga ga memungkinkan. Mau dipertahankan freshnya di dalam magic gar pun bisa, tapi sediikit ribet. Tapi masuk ke magic gar adalah solusi yang palng pas dibanding harus stokist.

Akhir kata, penyetan di Warung Sumberjo adalah salah satu yang terbaik di Surabaya. Boleh dicoba, karena overall tim gak cuma makan puas dengan sajian di tempat ini.

Point 8/10

Salam

Gak cuma makan