Tadi sebenarnya iseng-iseng berhadiah untuk mencoba kuliner satu ini. Salah satu pangsit yang memang sudah saya tahu enak dari jaman saya masih sekolah ini ya mungkin untuk kesekian kalinya saya coba untuk sekedar camilan setelah bekerja. Dan kali ini saya baru sempat untuk membongkar resepnya. Karena terhitung sudah berapa tahun lamanya ga pernah mampir ke pangsit mie satu ini.

Pangsit mie ini memang tidak berbeda dengan pangsit pada umumnya. Berisi mie, ayam yang dicincang, selada, dengan taburan daun bawang dan bawang merah goreng dan siomay serta kuah. Tidak ada yang special, kecuali ada yang membedakan ada pilihan di pangsit satu ini. Yaitu pangsit biasa dan pangsit bakwan. Selain itu semuanya sama. Namun ada yang membedakan pangsit ini yang juga menjadi senjata dalam setiap hidangan pangsit dimanapun di seluruh dunia. Ya, minyak.

Membicarakan banyak hal tentang minyak sudah pernah saya bahas di pangsit tenda biru, mulai dari pengertian minyak unggas hingga cara mendapatkan minyak unggas. Semua sudah lengkap disana. Dan sejauh pemikiran saya, bahwa urusan perminyakan sudah mentok berkutat disitu. Atau bisa dibilang masalah perminyakan sudah tidak bisa diotak-atik lagi. Yang bisa diotak atik mungkin permainan bumbunya. Macam menggunakan merica, lada hitam, atau bawang-bawang an, dan masih banyak lagi. Tapi ternyata emang dasar saya ga pernah belajar ilmu masak secara formal, kreatifitas saya dalam masakan pun ga sebanyak yang anda kira. Saya kaget dan bingung awalnya ketika mencari tahu resep minyak yang digunakan untuk pangsit ini. Setelah berulang kali saya menikmati kuahnya, dengan teknik yang ga ngerti dari mana, saya menemukan percampuran antara minyak unggas dan kaldu yang dimasak hingga kental dan dicampur dengan bawang merah goreng. Yap. Saya menemukannya.😀

Kreasi resep ini sungguh keren. Untuk sebuah sajian pangsit tingkat pinggir jalan, resep ini keren buat saya. Kaldu yang dimasak kental jelas memberi bau yang gurih dan sengatan di lidah yang jarang sekali disadari padahal tidak terlalu kental pun sudah memiliki rasa gurih yang nikmat. Dan inilah yang dimanfaatkan benar-benar oleh sang pemilik pangsit untuk menarik lidah pengunjungnya. Hebat dan sekali lagi keren!!!

Kelebihan lain dari pangsit mie bunguran ini adalah dari ayamnya yang cukup banyak. Dan mienya yang tipis namun kenyal. Hingga membuat anda ga bosan untuk datang 2-3 kali dalam seminggu. Dengan rasa yang gurihnya selangit, harganya pun termasuk dalam kelebihan bagus yang dimiliki pangsit yang terletak di sebelah mall BG Junction ini. Harga per porsi untuk pangsit biasa yang hanya Rp 9.000 dan untuk pangsit bakwan 12.000 per porsi pas untuk semua dompet tapi rasa super untuk semua.😀

 

Overall

 

8,5/10

 

Salam

 

Gak Cuma Makan -Bond-