Gak Cuma Makan is Back!!! Setelah jarang update postingan, kini saya kembali mengkorek semua kuliner yang bisa saya korek di Surabaya khususnya.

Sekedar informasi saja, bahwa sekarang anda bisa mengupdate postingan di Gak Cuma Makan setiap hari Sabtu -pagi, siang atau malam kondisional. Yang pasti hari sabtu- . Jadi untuk anda yang butuh referensi soal kuliner di Surabaya yang recomended atau penasaran dengan rumah makan atau warung yang lagi rame di Surabaya tapi males untuk coba makan takut entar kemahalan atau ternyata ga enak, tinggal buka blog Gak Cuma Makan setiap Sabtu.

Kalian juga bisa request kuliner di Surabaya yang mau di review. Tinggal tulis di papan komentar, dan yang terpilih akan langsung dicoba oleh tim Gak Cuma Makan dan akan diposting di edisi berikutnya. Tentunya tanpa ada bentuk promosi, semua dikuliti habis karena blog ini adalah blog penghobi makan bukan blog untuk promosi makanan.

So, nikmati sajian pertama di edisi kembalinya Gak Cuma Makan tentang Pecel Sambal Tumpang Tidar. Recomended buat yang mau cari variasi kuliner. Selamat membaca!!

Pecel adalah salah satu dari ribuan makanan khas yang ada di Indonesia. Salah satu makanan yang menurut saya harus dijadikan warisan budaya asli Indonesia. Entah darimana sejarah awal munculnya pecel ini. Makanan yang berbahan dari sayur kangkung, taoge, dan (terkadang ada tambahan) kacang panjang atau yang lain tergantung beli di mana ini kalau saya pribadi lebih saya suka ketimbang salad ala negeri eropa.

Membicarakan pecel selalu ga pernah bisa lepas dari salad. Atau lebih tepatnya salad sayur. Pasti anda semua menyadari hal satu ini bukan? Bedanya salad sayur di luar negeri ga ada satupun bahkan saya berani menjamin ga ada satupun chef yang berani mencampur salad sayur dengan nasi! Hanya orang Indonesia yang berani. Indahnya Indonesia. Menurut pendapat saya sendiri ini adalah salad zaman penjajahan. Dimana ada orang yang ingin mengikuti penjajah -entah penjajah zaman portugis, inggris atau belanda- yang sedang makan salad, namun karena sulit mencari mayonaise di masa itu, sehingga orang tersebut menggantinya dengan bumbu kacang . Dan namanya juga orang indonesia, ga makan kalau ga pakai nasi. Jadilah pecel yang kita kenal hingga kini.

Pecel di Indonesia lebih sering dikelompokkan menurut daerah asal pecelnya. Meskipun tidak ada sejarah yang mencatat di manakah pertama kali pecel ditemukan, namun yang saya tahu semenjak saya kecil pecel terbagi menjadi tiga nama dengan tiga citarasa berbeda. Yang pertama pecel madiun dengan ciri-ciri bumbu cukup encer pedas dan gula merah tidak sebanyak dua jenis bumbu pecel lain. Yang kedua adalah pecel nganjuk, hampir ga berbeda dengan pecel madiun tapi memiliki cita rasa lebih manis karena gula merah yang lebih banyak dan sedikit lebih kental. Dan yang ketiga adalah Pecel Kediri. Pecel satu ini ciri khususnya adalah bumbunya yang kental, pedas, dan ditambah dengan sambal tumpang di setiap penyajian.

Pecel Sambal Tumpang Tidar adalah salah satu jenis pecel kediri. Selain memiliki ciri yang kentara sejak pertama melihat yaitu sajian bumbu plus sambal tumpangnya, juga rasanya yang pedas manis. Ini yang menjadi salah satu kelebihan dari Pecel Sambal Tumpang Tidar. Karena di Surabaya tidak mudah menemukan pecel kediri. Sejauh yang saya tahu, cukup sulitnya pembuatan dan selera orang Surabaya yang tidak terlalu suka sarapan pagi dengan yang pedas-pedas membuat penjual nasi pecel lebih suka menjual pecel madiun. Kelebihan lain dari warung pecel yang berada di depan SMP St. Vincentius jalan Tidar ini adalah jualannya yang dimulai dari pukul 5 sore. Sedikit aneh, karena makan pecel di malam hari seperti melanggar kebiasaan. Seperti makan bubur ayam sore hari. Tapi pada kenyataanya, cita rasa yang memang enak membuat kebiasaan pun terlupa.

Harga pecel yang diatas rata-rata pada awalnya membuat saya penasaran. Karena harga dari seporsi pecel ini -tanpa lauk- adalah Rp 4500. Cukup mahal bukan?? Tapi jangan tanya berapa banyak pelanggan mereka dengan harga sebegitu. Dari buka jam 5 sore, lapak mereka sudah bersih tak bersisa di jam 8 malam. Sekali lagi, harga bukan lagi masalah kalau sudah kena bumbu pecelnya yang lezat..

Mau tau bumbu rahasianya?? Sebenarnya sama saja dengan yang lain. Antara lain : Cabe merah, Cabe rawit,Kacang tanah, bawang putih, kencur, daun jeruk, gula jawa, air asam jawa, dan gula. Namun yang membedakan adalah takarannya. Kalau masalah takaran memang menjadi rahasia dan saya ga bisa mempublish karena saya sendiri juga tidak tahu. Tapi yang jelas cabe rawit, daun jeruk, dan gula jawa adalah kunci. Kalau mau meniru, silakan otak-atik di bagian itu.

Makan pecel tanpa lauk apa jadinya?? Mereka juga menyediakan lauk yang bermacam-macam dengan harga yang bermacam-macam juga. Harganya terhitung wajar, tidak berlebihan. Antara lain : Tahu, Tempe, Bakwan jagung dihargai Rp 500. Khusus bakwan jagung di tempat ini adalah salah satu favorit. Karena ada rahasia di daun jeruk yang diolah bersama bahan bakwan jagung. Silakan kalau anda ketagihan dan pengen meniru bakwan jagung di tempat ini.🙂 Lauk lainnya ada : ayam goreng (Rp 3000), empal goreng (Rp 2500), hati ampela (Rp 2500), telor ceplok (Rp 2000), dan telor asin (Rp 2000). Empal disini dibikin berbeda dengan empal pada umumnya karena dicetak seperti daging ham. Diberi extra merica, dan extra cabe membuat empal ini salah satu yang enak di tempat ini.

Letaknya yang berada di pinggir jalan tidar membuat tempat ini tidak terlalu sulit untuk dijangkau dan dicari. Tapi jam edarnya yang hanya 3 jam membuat anda harus berebut untuk bisa menikmati pecel kediri ini. Tempat yang nyaman meskipun kadang ada sedikit gangguan dari nyamuk plus pelayanan yang cepat membuat harga yang dipatok menjadi pas di hati. Recomended untuk dicoba sebagai tempat kuliner pecel yang ada di Surabaya. Tentunya siapkan budget dengan daftar harga yang sudah saya tuliskan diatas sehingga anda tidak kaget waktu membayar.

Sedikit kelemahan hanya kurangnya kursi. Tapi kalau saya boleh jujur : lebih baik tambah jam tayang deh ketimbang tambah kursi. Jam jualnya itu perlu banget buat ditambah, tempat duduk bisa menyusul untuk dipikirkan.

Salam

Gak Cuma Makan