Kafe adalah gaya hidup. Kafe adalah bagian dari hidup. Mungkin itu adalah sedikit dari yang bisa diungkapkan mengenai kehidupan di Surabaya 3-5 tahun belakangan ini. Menjamurnya kafe, menjamurnya tempat nongkrong dan menjamurnya taman kota menjadikan kota Surabaya seperti tidak kehabisan tempat untuk menghabiskan waktu untuk melepaas lelah sambil ngobrol santai, hingga mengerjakan tugas dengan keadaan tenang tanpa ada yang mengganggu. Frenchise kafe pun mulai membajak dan mulai masuk di hampir semua tempat perbelanjaan di kota pahlawan ini. Bahkan karena kebutuhan akan kafe yang sudah tidak mengenal waktu, sampai dibangun yang namanya Surabaya Town Square (Sutos) yang diisi 80% kafe yang cozy dengan menyesuaikan budget anda. Masih kurang ada Sutos, di wilayah Surabaya timur tepatnya belakang ITS ada East Coast. Tempat nongkrong dengan budget minim tapi lebih nature dan lebih ramah dibanding Sutos. Ramah untuk keluarga, untuk sekedar berduaan, dan ramah untuk dompet tentunya.

Melihat kebutuhan kafe yang semakin ke sini sudah tidak lagi harus membobol dompet, tong tji pun ikut melihat peluang itu. Di Surabaya tong tji berbentuk kafe dengan menyajikan makanan juga –bukan open counter seperti biasa- sudah ada hampir dua tahun ini. Tapi itu pun hanya mendompleng di food court mall. Baru satu kafe khusus tong tji yang dinamakan Tong Tji Tea House. Terletak di food festival pakuwon city membuat tempat ini menjadi satu di antara sekian tempat yang bisa dikunjungi oleh pencari hiburan di pakuwon city.

Kafe satu ini dibikin simple dengan sedikit ornamen khas kafe. Namun sofa rotan, dan beberapa sofa kulit sintetis dan beberapa kursi membuat orang yang melihatnya akan berkata ini adalah kafe Tong Tji. Dengan live beberapa alat masak untuk memasak menu snack hingga makanan berat seperti nasi goreng dan banyak lagi membuat Tong Tji Tea House ini seperti menjadi gebrakan sendiri. Dimana sebelumnya Tong Tji identik dengan tempat kita bisa mendapat es teh yang segar dengan cepat, kini Tong Tji bergerak seperti Starbuck tapi fokus ke teh.

Kafe yang bagus, nyaman, dan murah meriah itu adalah tanggapan saya tentang kafe Tong Tji ini. Bagaimana tidak? Kalau anda sudah hapal dengan menu minuman di Tong Tji, di Tong Tji Tea House ga ada beda harga sama sekali! Ya untuk yang jasmine tea reguler masih Rp 3000, yang gelas gede masih Rp 4.000 dan masih banyak yang lain. Ini adalah salah satu yang jujur mengagetkan saya waktu pertama tahu tempat ini. Sebagai seorang yang bisa dibilang cukup sering menghabiskan waktu di kafe, ini adalah kafe yang termurah yang pernah saya tahu di Surabaya. Dan satu lagi sesuatu yang unik di tempat ini. Kalau anda mau coba menu hot tea, tampilannya cukup unik dengan menggunakan teko khusus. Teko layaknya kita minum green tea atau semacamnya. Harga? Tergantung pilihan. Yang jelas minuman paling mahal di sini hanya Rp 9.000.

Sejauh yang saya tahu tentang ilmu mendirikan kafe adalah : orang datang ke kafe bukan untuk mencari racikan teh atau kopi yang enak karena tidak semua orang mengerti tentang teh atau kopi yang bagus racikannya. Tapi orang datang ke kafe adalah untuk mendapatkan pelayanan yang bagus, menikmati interior, dan mendapat ketenangan dan cozy nya dari kafe tersebut. Dan sebenarnya untuk itulah orang membayar menu yang mereka pilih. Namun di Tong Tji Tea House ini ilmu itu seperti dibalik. Orang bisa menikmati teh yang nikmat dengan semua kenikmatan kafe. Salut untuk terobosan dari Tong Tji dengan Tong Tji Tea House nya ini.

Membicarakan menu makanan di tempat ini sebenarnya so so saja. Tidak ada yang istimewa, dengan harga yang cukup wajar, membuat orang juga tidak kecewa dan berbelok dari sekedar ingin minum sambil santai menjadi makan snack hingga makan berat.

Ada kelebihan pasti ada kekurangan. Apa kekurangannya? Kursi sebenarnya terhitung banyak. Kebersihan dan pelayan yang friendly juga mumpuni untuk menggebrak kafe kecil yang sok menjual mahal barang mereka. Tapi ada satu dua celah yang harus diperbaiki. Ga ada wifi adalah salah satunya. Kafe tanpa wifi bagai makan berat tanpa nasi. Dijaman serba internet, wifi adalah satu diantara yang harus ada jika ingin membuat kafe. Dan kedua adalah musik. Sejauh yang saya tahu, musik dan sofa di kafe itu bagai baju dan celana. Boleh nyaman oleh sofa yang empuk, pelayan yang ramah, minuman dengan harga miring tapi rasa yang boleh diadu, tapi kalau tanpa musik? Ini salah satu yang harus ada. Speaker kecil di atap-atap membuat kafe ini lebih perfect. Meskipun kalau boleh saya membela, berapa sih yang anda belanjakan di sini sekali nongkrong? Pantaskah yang sudah anda dapat dengan uang yang sudah anda keluarkan? Itu kalau saya boleh membela. J

Akhir kata, Tong Tji Tea House recomended banget kalau mau cari tempat nongkrong dengan dompet minim.

Salam

Gak Cuma Makan